Rabu, 17 Juni 2009

Tangki kosong nyaring bunyinya

Ada pepatah tong kosong nyaring bunyinya. Di kalangan pemilik motor, juga punya pepatah yang mirip. Tangki kosong nyaring masalahnya. Maksudnya, penampung bensin, terutama di motor sport, yang terbiasa nyaris kosong dari bensin akan menimbulkan masalah. Bahkan, problemnya bisa jadi agak sulit dikira.

Kenapa tangki kosong bisa jadi masalah? Jawabannya simpel. Ambil contoh tangki motor sport sejenis Honda Tiger, Yamaha Scorpio, Suzuki Thunder 250, ataupun Kawasaki Ninja 250R. Kapasitas bensinnya rata-rata di atas 13 liter. �Risiko ada embun lebih tinggi di tangki 91232382 motor dibanding bebek atau skubek,� beber
Bronto �Bronx� Laras, Kepala mekanik Mandiri Motor (M2), Jakarta Barat.

Efeknya jangka panjang. Muncul masalah motor kok bisa mbrebet terus. "Padahal, setelah dicek ruang bakar, pengapian sampai kelistrikan seperti enggak ada masalah,� jelas Bronx yang bermarkas di Jl. Panjang, No. 3B, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Mungkinkah bensin mengandung air?
Kalo di pikir, bensin adalah benda cair yang otomatis mengandung air walopun tjuma berapa persen.
Hal ini lah yang membuat tangki jadi berembun oleh air. Jadinya di ruang pembakaran bensin yang becampur air embun tadi membuat motor terasa mbrebet.
Karena itu pula bis membikin kerak di dalam tangki yang biasa orang sebut karatan gt.

Bronx ngasih penjelasan panjang lebar. Pengendara sering membiarkan tangki nyaris kosong saat sampai rumah. Mereka umumnya ogah segera mengisi bensin buat besok berangkat beraktivitas.

Ambil contoh, bro/sist sampai rumah pukul 19.00 malam dan bensin di motor hampir habis. Pukul 09.00 pagi besoknya tangki baru diisi. �Semakin lama dibiarkan kosong, bakal bikin penguapan. Hasil penguapan bentuknya air. Nah, kelamaan volume bensin akan bercampur air,� jelas Bronx.

So, lebih baik kosong apa isi tuh tanki bensin.....

Kamis, 30 April 2009

Mesin Minerva-Sachs Megelli 250 dari Thailand

tiga-direktur-tiga-bangsa

Kiri-Kanan : Kristianto Goenadi, Presiden Direktur PT Minerva Motor Indonesia, Hartmun Huhn, Direktur Sachs Bikes, Jerman, dan Barry Hall, Managing Director Megelli, UK, saat meluncurkan tiga model motor Minerva, di Jakarta, Selasa (28/4).

Terjawab sudah rasa ingin tahu saya dari mana mesin 250 cc yang dicantolkan di sangkar Megelli dari Inggris itu. Mesin dipercayakan pada Tigermotor Thailand untuk dikembangkan dan diproduksi. Tigermotor Thailand selama ini memproduksi mesin 135 cc dan 250 cc. Mesin 250 cc itu dipakai untuk sepeda motor merek Tiger.

mesin-minerva-250m

Mesin Minerva Sachs, bodi Megelli.

Selain memproduksi sepeda motor sendiri, Tigermotor juga memproduksi dan merakit Sachs MadAss 125 maupun KikAss 125. Tigermotor juga memproduksi motor komersil beroda tiga dan sepeda motor listrik.

Lalu apakah mesin Tiger 250 itu yang dipasang di Minerva 250? Menurut Piti Manomaiphibul, President Tigermotorcycle Thailand, karakter kedua mesin motor itu berbeda. “Yang ini (Minerva 250) lebih bagus,” katanya ketika berbincang kepada saya di sela-sela peluncuran Minerva Sachs 250, di Hotel Sultan, Selasa (28/4).

piti-director-tiger-motor-thailand

Piti Manomaiphibul, President Tigermotorcycle Thailand

Apa sudah diuji durabilitinya tanya saya? Secara garis besar Piti menjawab begini :

“Kami hanya mengembangkan sektor mesin. Pengujian keseluruhan bukan kami yang melakukan. Karena ini mesin baru yang dipasang pada model Megelli. Tapi saya lihat cukup bagus.”

Hartmun Huhn, Direktur Sachs Bikes, dalam acara yang sama, menegaskan, mesin yang dibuat Tigermotor Thailand merupakan strategi global perusahaan. Menurut saya tentu ini terkait dengan efisiensi produksi. Seperti yang biasa dilakukan pabrikan otomotif besar seperti GM, Mercedes-Benz, BMW, Toyota, Honda, dan sebagainya.

Soalnya, kata Huhn, di tengah situasi krisis ini pasar motor di Eropa menurun hingga 30 persen. “Kami melihat pasar motor di Indonesia besar pertumbuhannya. Kerjasama dengan Minerva akan meluaskan pasar kami,” kata Huhn.

minerva-250-r

Meski dikembangkan di Thailand, perakitan dilakukan di Indonesia. “Semua proses produksi dilakukan di Indonesia,” tegas Kristianto Goenadi, Presiden Direktur PT Minerva Motor Indonesia (MMI) di tempat yang sama. Kandungan lokalnya, Kristianto melanjutkan, mencapai 15 persen. “Itulah kenapa harga jual di Indonesia lebih murah dibandingkan di negara lain.”

MMI memasarkan Minerva 250 S (naked bike) seharga Rp 25,9 juta, sementara tipe 250 M (supermoto) dijual Rp 26,9 juta, dan tipe sport fairing (250 R) diniagakan Rp 28,9 juta. Semuanya harga on the road Jakarta.

minerva-250-s

Bagaimana peluang ketiga model ini di pasar Tanah Air? Bro Stephen Langitan, biker blogger yang saya temui di sela-sela peluncuran yakin bahwa harga yang dipatok MMI masuk akal. “Saya yakin laris dengan harga dan model seperti ini,” ujar Stephen.

Bagaimana dengan sektor rangka yang bermerek Megelli itu?

Penjelasan datang dari Simon Brown, Global Sales Director Megelli, Ltd, UK. ”Sejak awal kami mendesain motor untuk dapat dipasarkan di seluruh dunia. Rangka Megelli dapat dipasang mesin berbagai ukuran. Dari 50 cc sampai 250 cc. Hanya perlu penyesuaian penempatan,” papar Brown.

minerva-250-m

Jadi, inilah motor peranakan tiga bangsa: Indonesia, Inggris, dan Jerman. Anda pilih yang mana?

sumber : http://alonrider.wordpress.com



Minerva-Sachs 250 Supermoto

test-minerva-250

Apa sih yang didapat ketika riding motor anyar hanya satu putaran? Tentu saja tidak cukup banyak riding feeling yang didapat. Itulah kondisi yang terjadi beberapa saat setelah launching Minerva Sachs 250, Selasa, kemarin.

PT Minerva Motor Indonesia (MMI) menyediakan tiga unit motor test Minerva Sachs 250: sport fairing, naked bike, dan supermoto. Berhubung yang mau njajal banyak dan lintasan terbatas, peserta pun dibatasi hanya satu putaran yang sekitar 400 meter.

Saya memilih model supermoto, karena sejak awal naksir dengan bodi jangkung dan modelnya yang out of the box dibanding motor-motor lain di Tanah Air. Menurut saya, desain unik namun tidak ndeso inilah yang menjadi pemikat penyuka sepeda motor di Indonesia. Termasuk saya yang kesengsem sama model supermoto.

Bagaimana soal ketahanan bodi? Terus terang saya kurang tahu soal ini. Yang jelas, trek supermoto disebutkan 70 persen adalah tarmac (aspal) dan 30 persen tanah (dirt) dengan sejumlah jump. Tentu ini berbeda dengan arena motocross yang murni lempung dan table top menjulang. Dan tentu, menurut saya, rangka motor yang terlahir sebagai dirtbike, trail, dan semacamnya, konstruksinya lebih stiff dibanding motor biasa.

minerva-sachs-250m

Soal rangka Minerva yang dipasok Megelli, menurut pendapat saya, Megelli sudah memperhitungkan sejauh mana kekuatan konstruksi model ini untuk digunakan di (sebagian besar) jalan raya dan lintasan tanah.

Sekarang soal mesin. Awalnya saya surprise dengan keterangan di brosur yang menyebutkan power maximum sebesar 20,5 DK pada 8500 RPM. Sedikit di atas Yamaha Scorpio yang mampu menyemburkan daya maksimum 19 PS pada 8,000 RPM.

Yang jadi persoalan, klaim pabrikan itu, menurut saya agak berlebihan. Saya perhatikan beberapa teman yang ngetest - walau singkat, mesinnya ngeden pada saat akselerasi awal. Itu juga yang saya rasakan ketika menjajal model supermoto. Akselerasi lemot, kaya kampas kopling yang sudah terkikis.

Kekurangan lain, perpindahan antar gigi keras dan susah. Apalagi untuk menetralkan dalam kondisi mesin hidup: susah banget! Ternyata rekan saya, Nandar dari MotoRev juga mengalami hal yang sama. Begitu pula komentar para tester lain. Padahal tuas kopling sudah ditekan habis.

persneling-250m

Jarak tuas persneling dan footpeg terlalu jauh. Sukar mencongkel. Apalagi persneling keras dan susah netral.

Untuk menetralkan gigi, terpaksa mesin harus saya matikan dulu. Barulah persneling mau dinetralkan. Fyuuuh….
Secara ergonomi, tuas persneling juga terlalu jauh dengan footpeg. Ukuran kaki saya yang 41, dengan sepatu biker Tomkins rada sulit menggowel tuas. Belum lagi tuas persneling yang keras.

Oh iya, saya menjajal dengan berboncengan. Pengen tahu seberapa dinamis gerak suspensi belakang. Berat saya 58 kilogram, sementara teman saya, Muhib, bobotnya 70 kilogram. Total berat 138 kilogram. Plus berat motor 116 kilogram.

Dalam posisi diam, jarak antara rear huger (spatbor kolong) dan mufler undertail sekitar tiga jari tangan. Kira-kira rawan mentok nggak ya? Toh, sepertinya pengendara motor ini jarang untuk boncengan. Nggak enak dilihat kali ya?

Bagaimana dengan handling?. Nah, ini yang saya rasakan mantap. Setang model fatbar secara ergonomi nyaman saya pegang. Untuk manuver lincah. Sayangnya, saya terkendala masalah gigi persneling itu.

Secara garis besar saya menyarankan kepada MMI untuk memperbaiki sedikit bug itu: akselerasi lamban, persneling keras, dan susah netral. Jika itu sudah bisa diatasi, saya yakin akan makin banyak biker yang tergoda meminang ketiga seri Minerva-Sachs 250 ini. Jadi selain gaya di jalan, performa juga mendukung.

Mungkin sedikit review diatas masih prematur, karena test ride yang terbatas waktu dan lintasan. Lain waktu saya berharap MMI menyediakan lintasan dan lokasi yang lebih memadai untuk ngetest. Bukankah produk test itu merupakan golden choice pabrikan?



sumber: http://alonrider.wordpress.com

Akhirnya Yamaha R6 Masuk Juga ke Indonesia

r6_bl_a2_079_582e9f17

Tidak ada yang istimewa sebenarnya melihat Yamaha R6 wara-wiri di jalanan Jakarta. Toh, penyuka moge sport bermesin 599 cc, itu, dapat membelinya di importir umum (IU). Lain ceritanya jika motor built up itu didatangkan secara resmi oleh agen tunggal pemegang merek (ATPM) atau distributor resmi pabrikan.

Dengan demikian konsumen bakal lebih tenteram, karena layanan after sales service disediakan ATPM. Pun begitu, bagi distributor resmi macam PT Supermoto Indonesia (Ducati) dan PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) dengan produk Piaggio, Gilera, maupun Aprilia. Suzuki Indonesia Motor sudah melakukan impor resmi sejak pertengahan 2008 lalu dengan mendatangkan Hayabusa, GSX600, GSR, maupun DR400.

Nah, Yamaha Indonesia sepertinya tidak ketinggalan untuk masuk ke pasar sempit itu dengan memasarkan YZF-R6 versi 2009. Untuk tahap awal akan masuk 20 unit. Menurut Dyonisius Beti, Wakil Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) dan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), semua unit motor itu merupakan permintaan khusus konsumen.

“Permintaan khusus konsumen dan untuk special purpose. Belum dijual ke konsumen umum,” kata Dyon-sapaan akrabnya, melalui pesan pendek, Selasa (21/4) lalu.

yzfr6_blu_s3_eb4deee0

Hhmmm….special purpose? Dyon memang tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan special purpose itu. Saya menduga, just my opinion, R6 yang didatangkan Yamaha Indonesia itu untuk dua tujuan penting (special purpose).

Pertama, khusus bagi konsumen balap. Dalam artian, motor-motor itu hanya khusus didatangkan untuk keperluan balap. Seperti ramai diberitakan, di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, kerap digelar kompetisi supersport - yang menggunakan motor sport 600 cc, seperti GSX600, CBR600, maupun YZF-R6.

r6_w_a2_007_8e87ed1c

Bila benar begitu, maka tidak heran jika unit R6 yang datang itu dijual off the road. “Harga 258 juta off the road,” kata Dyon melalui sms di hari yang sama. Toh, kalau hanya untuk balapan, tak perlu memakai nopol bukan? Ke depan, siapa tahu bakal ada penerus Doni Tata di ajang World Super Sport.

r6_o_s3_2994fad8
Kedua, untuk Yamaha Indonesia sedang test pasar. Dyon menegaskan,”R6 yang datang adalah on request. Sementara untuk limited customer.” Yamaha Indonesia ngetest pasar, bagaimana sih tanggapan konsumen umum jika ada R6 yang didatangkan resmi oleh ATPM? Saya pikir pasti positif respon pasar. Lha wong yang dijual lewat IU aja banyak yang beli, apalagi ini lewat ATPM yang terjamin after sales service-nya.

yzfr6_white
Soal jaminan 3S - sales, services, sparepart, Dyon tidak menjawab pertanyaan yang saya ajukan. Apapun strategi yang dilakukan Yamaha Indonesia, tampaknya pabrikan ini mulai terbuka terhadap tuntutan jaman: banyak konsumen berharap ATPM mendatangkan resmi moge-moge berbagai tipe.

Konsumen tipe ini memang spesial. Uang tidak menjadi masalah bagi mereka. Yang penting layanan terjamin dan memuaskan. Nah, Anda termasuk konsumen yang bagaimana?




sumber : http://alonrider.wordpress.com

Senin, 14 Juli 2008

Scorpio Out! Fazer 250 in !



Saat pertama kali melihat Yamaha Scorpio tersirat pertanyaan negatif mengenai motor 220cc ini. Apakah motor ini pantas dijadikan produk flagship Yamaha Indonesia? Terlihat dari tongkronganya yang serba tanggung bila dibandingkan dengan pesaingnya. Bila disandingkan dengan Honda Tiger Revo, Scorpio terlihat kalah kekar. Bila diadu dengan produk kebanggan Kawasaki Indonesia, Ninja 150 dengan mudah meng KO Scorpio baik secara performa maupun penampilan. Bahkan setelah kelahiran “adiknya” V-Ixion yang serba inovatif nasib Scorpio semakin tidak jelas. Mungkin memang sudah menjadi takdir bagi Scorpio untuk menjadi produk pengisi kekosongan Yamaha pasca pensiunya TZM ataupun RZR.

Kini Yamaha di prediksi akan menghadirkan Fazer 250 untuk menggantikan si “tanggung” Scorpio. Produk yang akan menjadi flagship Yamaha indonesia ini hadir dengan mesin berkapasitas 250cc. Tampilan motor cruiser yang diadaptasi dari Yamaha Brazil ini terlihat begitu kekar terutama jika dilihat dari samping maupun belakang. Sepintas mirip dengan Honda CBF 250 saingan sesama jepangnya.

Fazer 250 memang paling unggul

Dibanding Yamaha Fazer 250, Bajaj Pulsar dan Honda Tiger Revo silahkan minggir. Mungkin memang terdengar begitu arogan. Namun begitulah adanya, Fazer yang memiliki kapasitas mesin lebih besar memang unggul segala galanya bila dibandingkan dengan Pulsar maupun Tiger Revo. Dari segi tampilan luar, terlihat jelas kerapihan rancangan varian terkecil keluarga Fazer ini. Tampilan luar yang begitu kekar menyiratkan aura motor street fighter sejati. Kapasitas tanki bensin Fazer 250 yang mencapai 19,2 liter ini bahkan lebih besar dibandingkan kapasitas tanki “rajanya street fighter” Ducati Monster. Monster S4R yang berkapasitas 1000cc memiliki tanki bensin yang hanya dapat menampung 17,5 liter . Bobot Fazer yang hanya 134 kg ini merupakan yang paling ringan dibandingkan Tiger Revo, apalagi Pulsar yang mencapai 140kg, bahkan bila dibandingkan motor sports eropa Mito sekalipun bobot Fazer masih lebih ringan 1kg. Satu satunya kekurangan Fazer adalah absenya rem cakram belakang. Padahal motor yang telah menggunakan suspensi monoshock ini memiliki tenaga 22 hp dan torsi 20nm pada 6500 rpm. Harusnya masalah konsumsi bensin sepertinya bukan persoalan bagi konsumen motor berkapasitas diatas 200cc. Pertanyaanya tinggal kapan Yamaha akan merilis ultimate light cruiser ini dan berapa harganya? Karena bila di beri harga sekitar 22 atau 23 juta rupiah per unitnya dijamin Yamaha Fazer 250 akan “membunuh” saingan sainganya terutama Tiger Revo maupun Bajaj Pulsar. Mengingat faktor dukungan non teknis seperti image dan jaringan after sales service yang dimiliki Yamaha bisa dikatakan sama kuat dengan yang dimiliki Honda.

Performa Fazer 250

Akselerasi Fazer 250 hampir sama dengan Tiger Revo dan Bajaj Pulsar namun Fazer 250 memiliki top speed 145 km/jam atau lebih tinggi 15 km/jam dibanding Bajaj Pulsar 180 DTSi. Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor diantaranya berat kosong Fazer yang hanya 134 kg, ukuran tapak ban Fazer yang lebih lebar dibanding saingannya dan kapasitas mesin yang lebih besar.Tenaga maksimum Fazer 250 adalah 22hp pada 7500 rpm dan torsi maksimumnya adalah 20nm yang dapat diraih pada putaran 6500 rpm. Keuntungan dari torsi besar yang didapat pada putaran mesin menengah artinya Yamaha Fazer 250 dapat bermanufer dengan lincah pada kecepatan sedang antara 50 sampai 80 km/jam. Sebuah kondisi yang sangat ideal apabila motor tersebut digunakan di kepadatan lalu lintas ibukota yang amat membutuhkan tenaga dan torsi besar pada putaran mesin menengah. Sebaliknya apabila untuk dipakai dalam perjalanan jauh Fazer 250 memiliki riding position yang amat ideal karena seperti motor cruiser dan street fighter pada umumnya, memiliki central grafity yang tinggi namun tidak perlu membuat posisi pengendara begitu menunduk sehingga tidak cepat membuat lelah. Ban berukuran 130/70 x 18 memiliki tapak yang lebar sehingga menambah kestabilan motor berkapasitas 250cc ini ketika harus menjelajahi jalanan aspal yang basah atau licin. Sebenarnya Honda Tiger Revo dan Bajaj Pulsar 180 DTSi bukanlah lawan yang sepadan untuk Fazer 250. Karena semestinya Fazer 250 dihadapkan dengan Honda VTR 250, CBF 250 atau Bajaj Pulsar 220 DTSi.

stalok.jpg

Statistik vital antara Fazer 250 dengan kompetitornya

fazerjet.jpg


sumber :
INDOBIKERS

Apakah Teknologi AIS Bermanfaat?

AIS (Air Induction System) di Yamaha, PAIR (Pulsed Secondary Air Injection) pada Suzuki dan SASS (Secondary Air Suplay System) pada Honda diklaim sebagai alat pendukung ramah lingkungan. Tapi banyak motormania bilang, itu cuma bahasa marketing ATPM.

Seperti kata Gregori, pemilik salah satu motor Jepang, “Ya, ATPM kan bisa aja bilang gitu buat mendongkrak penjualan produknya.” Sementara lainnya bilang, “Ah, kalo pun betul, paling ngaruhnya gak banyak!” cibir Irvan, juga pemilik motor Jepang.

Oke, sebelum praduga makin ngaco, mending kita simak lagi fungsi alat itu seperti dijelaskan produsen dalam buku product knowledge. Yakni, baik AIS, PAIR atau SASS prinsipnya sama; peranti pengontrol kadar emisi gas buang agar kepekatan kadar polutan sisa hasil pembakaran (CO dan HC) yang keluar dari knalpot aman terhadap lingkungan.

Sebab gas buang itu terdiri dari CO (carbon monoksida) dan HC (hidro carbon). Bila kadarnya terlalu tinggi, sangat berbahaya bagi kesehatan dan saluran pernafasan. Meski dikit, kalo dihirup tiap hari, lama-lama banyak yang ngendap di paru-paru kita. Selain itu, mata juga pedas disebabkan kadar HC tinggi.

“Bahkan kalo kadar CO tinggi, bisa bikin sesak nafas juga mas,” ujar Harris Kian Jaya alias Apin dari Amiaw Motor Sport (AMS) di Jl. Lapangan Bola No.33A, Kebon Jeruk, Jakbar.

Makanya, untuk mengatasi hal tersebut, di motor sekarang dilengkapilah AIS. “Juga untuk mengacu standar emisi Euro II yang diizinkan di Indonesia,” urai Endro Sutarno, Tech. Service Training Instructor PT Astra Honda Motor (AHM).

Suplai udara bersih ini, pertama melewati saringan udara. Kemudian lewat slang diteruskan ke AIS yang diatur vaccum reed valve. Selanjutnya baru masuk ke saluran buang knalpot. Udara bersih yang disuplai ke knalpot mengandung O2 (oksigen), sehingga gas buang dari knalpot yang awalnya CO bercampur O2 menjadi CO2 (carbon dioksida) dan awalnya HC bercampur O2 menjadi HCO2 (hidro karbon dioksida).

Bila AIS dilepas, tak berpengaruh terhadap performa besutan atau mengurangi kecepatan. Akan tetapi polusi udaranya yang akan bertambah. “Fungsi utamanya sebagai pengontrol emisi gas buang. Jika dilepas, kadar polusi udara lebih banyak,” tegas Endro.

Nah, untuk membuktikannya, OTOMOTIF pun melakukan pengujian. Hasilnya, menggunakan gaz analyzer versi 3.3 pada besutan Suzuki Thunder 125, diperoleh data CO 0,80% dan HC 68 dengan kondisi AIS terpasang. Saat AIS dilepas, diperoleh data CO 1,89% dan HC 73.

Jadi terbukti, kalo AIS dilepas atau tidak difungsikan, kadar CO dan HC yang keluar dari knalpot lebih banyak. Sehingga mengakibatkan polusi udara. Dan membuktikan bahwa fungsi AIS sangat diperlukan untuk mengurangi polusi udara.

“Misal terjadi suara ledakan/nembak-nembak biasanya AIS kotor atau ada kebocoran pada sistem pembuangan. Entah baut knalpot kendur atau kebocoran slang,” ulas Y. Antoni, Manager Trainee R2 PT Indomobil Suzuki International.

sumber:
Penulis/Banar (Tabloid OTOMOTIF)
http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=ototips/Content/Motor

Kamis, 22 Mei 2008

Rencana kenaikan BBM




Di saat negara sedang ga stabil perekonomiannya, saat rakyat masih banyak yang kekurangan malah saat ini
Pemerintah akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri rata-rata 28,7 persen. Apa akhirnya yang akan terjadi pada rakyat Indonesia nantinya, apakah yang diatas semakin akan ke atas dan yang di bawah semakin tergilas.... Dan inilah harga-harga baru BBM yang akan secara resmi akan segera diumumkan pemerintah. Untuk harga baru BBM adalah: Premium Rp 6.000 per liter dari sebelumnya Rp 4.500 per liter Solar Rp 5.500 per liter dari sebelumnya Rp 4.300 per liter Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelum rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/5/2008). "Kapan kenaikannya ya nanti tunggu Presiden," ujar Purnomo singkat. Pemerintah sudah mantap dengan kebijakan menaikkan BBM meski aksi unjuk rasa menolak BBM semakin banyak. Meskipun dirasa sebagai kebijakan yang berat, namun pemerintah lebih memilih mencabut subsidi BBM secara bertahap. Pemerintah beralasan dengan kenaikan harga BBM justru akan mengalihkan kenikmatan yang selama ini dirasakan oleh kelompok atas kepada kelompok bawah, melalui pengalihan subsidi kepada program-program
pemberantasan kemiskinan seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan program pemberantasan kemiskinan lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat).